dalam kategori | Penyakit

25 persen ibu hamil menderita konstipasi

25 persen ibu hamil menderita konstipasi

Kejadian gangguan saat buang air besar (BAB) merupakan kejadian yang sangat tidak mengenakkan dan sangat mengganggu. Perut terasa sakit, kejang bahkan kadang disertai perdarahan. Gangguan ini juga dikenal sebagai sembelit atau konstipasi. Kejadian sembelit bisa dialami siapa saja, tidak saja pada usia produktif (terbanyak) namun juga pada bayi, anak dan lansia (> 65 tahun). Ternyata wanita mengalami sembelit lebih sering dibandingkan laki-laki !

Konstipasi/sembelit merupakan keadaan dimana terjadi perlambatan pergerakan feses dalam usus besar, sehingga terjadi kesukaran dalam BAB. Hal ini sering berhubungan dengan pengerasan feses yang berlebihan sehingga sulit untuk dikeluarkan yang dapat menyebabkan kesakitan hebat pada penderitanya.

Penelitian yang dilakukan dr Bradley dari Departemen Kebidanan Universitas Iowa, Amerika Serikat menemukan 25 persen ibu hamil menderita konstipasi alias sembelit. Keadaan ini pun bisa berlanjut hingga 3 bulan setelah melahirkan. Tentu saja konstipasi menjadi masalah yang serius, karena selain mengganggu kehamilan, juga bersiko menyebabkan kerusakan otot panggul (pelvic floor damage).

Di Indonesia menurut data survei Indonesian Medical Diagnose 2007 tercatat 64.000 pasien datang ke kandungan dengan keluhan sembelit.

Zarate mengungkapkan gejala sembelit dapat bermacam-macam antara lain:

  1. Tidak teraturnya BAB, dalam 7 hari kurang dari 3 kali
  2. Merasa tidak tuntas dalam BAB, meski BAB tiap hari
  3. Mengejan saat BAB
  4. Merasa sakit saat BAB
  5. Kejang perut bawah
  6. Perlu waktu lama untuk BAB
  7. Feses keras
  8. Evakuasi feses secara manual/menggunakan alat bantu
  9. Feses bulat kecil-kecil seperti kotoran kambing.

Sembelit pada saat hamil dapat disebabkan beberapa faktor :

  1. Adanya peningkatan hormon progesteron yang membuat otot relaksasi. Tujuannya agar rahim tidak berkontraksi dan tetap tenang sepanjang usia kehamilan, namun ternyata relaksasi otot berpengaruh juga pada otot polos lainnya seperti otot pembuluh darah dan pencernaan (lambung dan usus). Akibatnya terjadi perlambatan pergerakan usus besar. Lamanya waktu transit di usus mengakibatkan penyerapan air oleh usus besar dari feses semakin banyak besar sehingga feses akan memadat dan mengeras.
  2. Adanya faktor tekanan mekanik pada usus akibat rahim yang semakin membesar.
  3. Sembelit juga diperparah dengan obat/suplemen yang biasa di konsumsi oleh ibu hamil yaitu zat besi dan kalsium yang mengandung logam berat yang berpengaruh pada massa feses. Pada masa nifas seringkali berkaitan dengan masih ada rasa nyeri akibat luka jahitan, susah bergerak atau takut jahitan akan jebol jika banyak bergerak atau BAB.

Secara umum penyebab sembelit pun ternyata bermacam-macam., yaitu :

  1. Kurang makan mengandung serat seperti: diet rendah serat, makanan cepat saji,
  2. Kurang cairan: hindari minuman penyebab dehidrasi seperti kafein, soda, alkohol
  3. Kurangnya aktifitas: pasien berbaring lama di tempat tidur, lansia, bayi
  4. Obat-obatan yang mengandung logam berat seperti: obat maag/antasida (mengandung alumuniun, kalsium), obat tekanan darah tinggi (calsium chanel blocker), suplemen zat besi, suplemen kalsium, atau obat penghilang kontrasi otot seperti : anti nyeri (narkotik), obat anti parkinson, anti pasmodic, antidepresan, diuretik, antikonvulsan.
  5. Kondisi saat hamil dan nifas dimana terjadi perubahan hormonal dan rahim yang membesar sehingga menekan usus
  6. Proses penuaan (aging) dimana terjadi ganguan dalam sistem persarafan dan perlambatan metabolisme sehingga berkurang aktifitas otot pencernaan
  7. Penyalahgunaan pencahar/laksatif yang menyebabkan ketergantungan (dapat terjadi otot usus yang “malas” bekerja atau dinamakan Lazy bowel syndrome)
  8. Kebiasaan menahan BAB
  9. Penyakit spesifik dimana terjadi gangguan saraf, metabolisme, hormonal yang memperlambat pergerakan tinja.
  10. Ada penyakit pada pada usus besar dan rektum: adanya sumbatan (obstruksi) usus, perlengketan pada usus, adanya luka pada mukosa usus, tumor divertikulosis, adanya massa/tumor pada usus, penyempitan pada usus kolorektal, penyakit hirchsprung
  11. Psikis : stress dan depresi

Apabila tidak ditangani secara tepat sembelit dapat mengakibatkan komplikasi seperti: Wasir (hemoroid), Fisura ani (adanya luka pada anus akibat feses yang besar dan keras), Fistula ani dengan timbulnya luka terinfeksi yang dapat membentuk saluran di bagian rektum yang berisi nanah, bahkan pada sembelit berkelanjutan dapat mengakibatkan kanker usus

Nah bagaimana cara pencegahan dan pengobatan sembelit? Cara paling penting dan utama adalah modifikasi pola hidup sehat, yaitu: konsumi makanan tinggi serat (dari sayuran dan buah-buahan), banyak minum air 2-3 liter per hari ( dan menghindari kafein, minuman ringan, alkohol, serta banyak bergerak (dapat ditambah dengan melakukan latiha Kegel untuk memperkuat otot panggul). Jika perlu diskusikan obat-obatan yang diminum dengan dokter. Apabila belum juga berhasil maka terkadang perlu bantuan obat. Obat yang digunakan sebaiknya efektif, bekerja cepat, aman, nyaman digunakan dan bekerja lokal pada rektum yang berfungsi melunakkan dan melicinkan feses.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu