dalam kategori | Layanan Kesehatan

25 juta penderita Hepatitis B dan C di dalam negeri

25 juta penderita Hepatitis B dan C di dalam negeri

Penyakit hepatitis saat ini sudah menjadi masalah kesehatan di dunia dan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan program mengatasi hepatitis di dalam negeri yang sudah menjadi endemisitas tinggi atau 25 juta penderita Hepatitis B dan C.

“Hepatitis merupakan program yang perlu kita kembangkan, karena sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL), Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama yang dikutip dari pemberitaan Kemenkes, Sabtu (21/7).

Hal tersebut disampaikannya saat membuka seminar hepatitis dalam rangka Hari Hepatitis Se-dunia ke-3 yang dihadiri oleh sejumlah pimpinan rumah sakit dan institusi pendidkan di DKI Jakarta.

Menurut Tjandra, hasil riset Kesehatan Dasar Biomedis yang dilakukan oleh Badan Litbangkes 2007 menunjukkan prevalensi Hepatitis B sebesar 9,4 persen. Temuan tersebut menandakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi.

Dijelaskan Tjandra, hepatitis sebenarnya adalah penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Di antaranya cara pencegahan dengan pemberian imunisasi. Dalam hal ini imunisasi Hepatitis B telah dimulai di Indonesia sejak tahun 1997 lalu yang juga mencakup pemberian imunisasi pada bayi baru lahir.

Pelaksanaan imunisasi Hepatitis B merupakan awal dari di mulainya upaya Pengendalian Hepatitis di Indonesia. Sampai saat ini upaya tersebut ditingkatkan dengan upaya lainnya, seperti promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS, penapisan darah donor oleh PMI dan pengembangan jejaring surveilans epidemiologi Hepatitis.

Langkah pencegahan ke depan yang perlu dilakukan adalah upaya pengembangan program sehingga komplikasi lebih lanjut yaitu sirosis Hepatitis dan kanker hati dapat dicegah yang pada akhirnya angka kematian karena Hepatitis virus dapat diturunkan.

“Selanjutnya, pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang cara pencegahan, cara penularan, serta bahaya penyakit Hepatitis juga perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Subuh mengatakan banyak orang tidak menyadari bahwa dia terkena penyakit Hepatits B atau Hepatitis C. Hal tersebut dikarenakan lambatnya perjalanan penyakit tersebut.

Menurutnya, penderita Hepatitis B dan C di dalam negeri diduga telah mencapai 25 juta orang. Angka tersebut dengan hitungan 50 persen di antaranya menjadi penyakit hati kronik dan 10 persen lainnya menjadi kanker hati.

Data Wikipedia, hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.

Seminar yang diselenggarakan Kemenkes RI dalam rangka akan memperingati World Hepatitis Day pada tanggal 28 Juli 2012. Peringatan Hari Hepatitis Se-dunia pada tahun ini mengambil tema “Masalah Hepatitis sudah di depan mata”.

Tema ini dikeluarkan oleh World Hepatitis Alliance : It”s closer than you think. Tema ini sangat relevan dengan fokus Pembangunan Kesehatan periode 2010-2014 yang antara lain menitik-beratkan pada upaya promotif – preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif – rehabilitatif, meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu