dalam kategori | Pola Hidup

12 alasan bagi Anda mengapa harus segera berolahraga

12 alasan bagi Anda mengapa harus segera berolahraga

OPRAH WINFREY kampiun talk-show asal AS mengklaim diri sebagai Miss Low-Fat lantaran berhasil mengurangi kandungan lemak badan secara drastis, meski bobot tubuhnya berkurang tak sebanyak yang diharapkan. Ini berkat lari 8 km tiap hari dengan kecepatan 6 menit per km dan mengangkat beban 3 hari per minggu.

Siapa pun mengakui, olahraga bisa mengurangi dan juga mengelola berat badan. Bagi banyak orang kendalanya cuma kurangnya motivasi. Padahal pengaruh olah raga bagi tubuh amat luar biasa. Bukan hanya “mengobati” tubuh, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir dan semangat hidup.

Paling tidak ada 12 alasan bagi Anda mengapa harus segera berolahraga.

1. Umur bukan alasan.

Berapa pun usia Anda tak ada kata terlambat memulai berolahraga. Bahkan olahraga merupakan hal yang pokok di masa tua. Para ahli gerontologi berani memastikan, olahraga berpengaruh positif pada jantung, sistem otot dan saraf, pernapasan, dan meningkatkan metabolisme. New England Journal of Medicine melaporkan, mereka yang berolahraga kekuatannya meningkat rata-rata menjadi 113%.

Percobaan yang dilakukan pada pria dan wanita berusia 90-an di Tufts University memperlihatkan peningkatan kekuatan menjadi sebesar 174% sesudah berolahraga dengan alat selama 8 minggu, 3 kali per minggunya. Tapi sebelum memulai program olahraga ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.

2. Otot dan otak sama-sama tangguh.

Riset terakhir membuktikan, olah raga menjaga otak tetap “cerdas”. Di samping itu diduga dapat mencegah penyakit Alzheimer atau penyakit lain karena usia lanjut. Carl Cotman, Ph.D., asal University of California di Irving adalah salah satu peneliti yang pertama kali membuktikan hubungan aktivitas fisik dengan kemampuan mental. Dalam jurnal Nature, ia menulis senyawa-senyawa yang menentukan kesehatan otak dapat dikontrol dengan olahraga. Guna mendukung pendapat tersebut Cotman mengadakan riset pada tikus.

Ia membandingkan antara tikus yang cuma “duduk-duduk” dengan tikus yang berlatih lari dengan treadmill. Setelah diamati, tikus yang berlatih mempunyai tingkat BDNF jauh lebih tinggi. BDNF adalah faktor pertumbuhan yang paling tersebar luas di otak. Meskipun studi Cotman didasarkan pada hewan, namun kesimpulannya tak jauh berbeda dengan penelitian sebelumnya. Yakni mereka yang menjalani olahraga menjadi lebih awet muda dan lebih tangguh mentalnya.

3. Bagi yang gemuk, olahraga dapat memperpanjang umur.

Orang gemuk yang berolahraga ternyata berkurang kemungkinannya untuk mati muda dibandingkan dengan mereka yang gembrot dan ogah berolahraga. Ini menurut Steven N. Blair, dari Institut Cooper untuk Riset Aerobik, di Dallas, Texas. Blair mengatakan, jika Anda gemuk, meski tak berhasil mengurangi bobot, olahraga tetap berguna.

4. Olahraga merupakan obat.

Olahraga membikin tubuh bertambah sehat tanpa obat atau suntikan, sementara semua efek sampingannya baik. Edward A. Taub MD, direktur medis Wellness Medicine Institute di Mt. Carmel, Illinois, yang telah 30 tahun berpengalaman sebagai dokter keluarga mengatakan, pasien-pasiennya sebagian besar justru tak menderita sakit berat, tapi sering mengeluhkan sakit telinga, tenggorokan, dada, kepala, punggung, dan kelelahan.

Untuk membantu mereka, selama 15 tahun ia mengembangkan resep kebugaran. “Olahraga membantu membangkitkan energi yang dibutuhkan untuk bisa sehat,” katanya. Studi terbaru memang menunjukkan, aktivitas fisik sekecil apa pun, macam mendaki tangga (bukannya naik lift) bisa menurunkan risiko serangan jantung, darah tinggi, kanker payudara, kanker usus, diabetes, osteoporosis, kegemukan, dsb.

Olahraga juga melawan “pola pikir destruktif” yang berkaitan dengan depresi, kecemasan, stress, panik, dan ketakutan. Pola pikir negatif tadi memang perlu dilawan, soalnya jika dibiarkan, dikhawatirkan bisa mengundang penyakit psikologis.

5. Mengurangi efek usia

Meskipun semua orang tahu bahwa olahraga bisa mengurangi berat badan, barangkali patut dicatat apa yang dikatakan oleh Ricki Lake seorang bintang talk show AS, yang berat badannya berkurang sebanyak 54 kg sesudah 3 tahun berolahraga dan mengikuti pola makan yang baik.

“Saya berlatih 3 kali per minggu di sebuah gimnasium,” kata wanita ini. Supaya tak bosan, ia pun melakukan aktivitas apa saja: tinju, lompat tali, lari, turun-naik tangga, bersepatu roda. Deepak Chopra, MD, pengarang beberapa buku laris seperti Ageless Body, Timeless Mind, percaya betul pentingnya olahraga. “Memang kita tak bisa menghentikan proses penuaan, tapi kita bisa mengurangi secara dramatis efek tua,” begitu filosofi hidupnya. “Bahkan kita bisa tetap aktif, sampai usia 80 – 90an,” jelas Chopra. Setiap hari ia lari selama 1 jam.

6. Untuk wanita – olahraga mengurangi PMS

Hasil studi menunjukkan aerobik dapat mengurangi gangguan akibat haid (PMS – premenstrual syndrome symptoms). Para peneliti di Universitas Washington, mengamati dampak aerobik selama 14 minggu terhadap gejala psikologi PMS, depresi, dan kecemasan. Mereka menempatkan 14 wanita dalam kelompok olahraga dan 13 lainnya dalam kelompok kontrol yang tak berolahraga. Kelompok pertama menjalankan program aerobik 3 kali/minggu selama 45 menit.

Hasilnya, angka indeks depresi dan kecemasan menurun banyak pada kelompok yang melakukkan olahraga. Dari sini disimpulkan, olahraga aerobik efektif mengurangi beberapa gejala PMS.

7. Melawan kanker payudara

Studi terbaru soal hubungan antara kanker payudara dengan pengaruh olahraga menyimpulkan wanita yang berolahraga teratur selama masa subur akan mengurangi risiko kanker payudara sebelum masa menopause sampai 58% dibandingkan dengan mereka yang tak pernah berolahraga. Para peneliti juga mencatat bahwa olahraga yang sedang-sedang saja (1-3 jam per minggu) akan menurunkan risiko sampai 30%. “Selama masa subur, aktivitas fisik dapat membatasi produksi hormon pada indung telur,” kata pemimpin riset Leslie Bernstein, Ph.D. “Hormon ini bisa mencegah timbulnya kanker payudara dan olahraga dapat mengurangi produksi, namun masih memungkinkan untuk ovulasi.”

8. Tampil bugar menjadi mode

Di tahun-tahun mendatang tubuh bugar akan semakin menjadi dambaan banyak orang. Anda pun diharapkan ambil bagian dalam arus mode yang sedang berjalan. Sejumlah orang dalam kelompok umur akan menjadi bugar. Tak ada tempat lagi bagi mereka yang loyo dan bermalas-malasan.

9. Tidak harus di tempat khusus.

Jika Anda tidak tinggal di dekat sasana olahraga, Anda bisa mengembangkan sendiri program kebugaran. Ambil contoh saja apa yang dilakukan oleh seorang wanita berusia 34 tahun dengan 2 anak, yang tinggal di pedesaan di AS ini. Secara kreatif ia memanfaatkan jalanan desa, didaerah peternakannya untuk melakukan hiking dan joging, menaiki tangki penumpang air, melompati pohon tumbang, melintasi gerbang peternakan, melompati parit, dan menumpuk rumput kering untuk berlatih melompat.

Bagi Anda di sini, apa yang dilakukan tentunya disesuaikan dengan kondisi di lingkungan Anda. Intinya, berolahraga tidak harus dilakukan di suatu tempat khusus.

10. Memicu jantung sehat.

Banyak orang memahami bahwa olahraga mengurangi risiko timbulnya serangan jantung. Tetapi tak banyak yang tahu bahwa oleh Asosiasi Jantung Amerika ketidakaktifan fisik yang semula sekadar sebagai faktor pembantu timbulnya penyakit jantung dan stroke, kini dinaikkan statusnya menjadi “faktor risiko”, bersama-sama dengan tekanan darah tinggi, merokok, dan kolesterol tinggi. Data yang dirujuk ahli Asosiasi Jantung Amerika dan bukti-bukti menunjukkan di masa depan risiko serangan jantung makin tinggi.

Menurut riset mereka, olahraga dapat mengontrol kandungan kolesterol, kegemukan, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Asosiasi ini lalu menganjurkan  120 – 160 menit per minggu untuk melakukan aktivitas jalan, jogging, renang dan tenis. Orang dewasa harus melakukan olahraga bukan hanya demi kegunaannya tapi untuk menunjukkan teladan bagi anak-anaknya.

11. Melenyapkan kecemasan.

Suatu hari Anda merasa tertekan dan kacau, akibat lalu-lintas macet, atasan marah, telepon berdering-dering, terlambat rapat. Cara tercepat untuk “sehat” kembali adalah dengan berjalan-jalan. Itu kesimpulan Robert Thayer, Ph.D., psikolog pada California State University di Long Beach setelah 7 tahun melakukan penelitian. Jalan kaki selama 10 menit saja bisa meningkatkan semangat kembali lebih cepat dan untuk jangka waktu lebih lama daripada rokok dan permen. Mereka yang menjalani saran Thayer merasa lebih bersemangat dan gembira sejam setelah berjalan-jalan dan bahkan efek positifnya masih bertahan 2 jam sesudahnya.

12. Olahraga permainan pun sama ampuhnya.

Guna melawan pendapat itu, para peneliti Universitas Massachusetts di Amherst memonitor 20 siswa. Kedua puluh siswa tadi dipecah menjadi dua. Sepuluh orang main sepatu roda (skating) selama 15 menit, sisanya lari dengan kecepatan masing-masing. Sebagai tambahan kedua puluh siswa itu harus olahraga naik tangga selama 15 menit, dengan alat. Hasilnya, lari ternyata menghabiskan rata-rata 14,9 kalori/menit, bersepatu roda 14,1 dan naik tangga 10,8. Jadi meski seperti main-main, bersepatu roda ternyata cukup efektif juga membakar kalori.

Akhirnya, jangan kecil hati jika Anda kadang-kadang malas melakukan olahraga. Bahkan pelari marathon pun mengalaminya. Di saat-saat seperti itu cobalah bangkitkan motivasi Anda dengan mengingat-ingat keuntungan yang bisa didapatkan dari berolahraga.

Source: Majalah Intisari, no.384 – Juli 1995

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu